REKSADANA

Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi investor, khususnya investor yang tidak memiliki banyak waktu, keahlian dan pengetahuan yang memadai untuk berinvestasi di pasar modal. Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, kemudian himpunan dari modal tersebut dipercayakan kepada pihak yang dianggap lebih berkompeten dalam hal ini Manajer Investasi untuk dikelola.

Manfaat yang diperoleh pemodal jika melakukan investasi dalam Reksa Dana, antara lain:

Reksadana
  1. Pertama, diversifikasi dalam Investasi Pasar Modal. Peraturan membatasi investasi pada suatu perusahaan maksimal 10% sehingga suatu reksa dana minimal akan memiliki investasi pada minimal 10 perusahaan.
  2. Kedua, reksadana mempermudah pemodal untuk melakukan investasi di pasar modal. Menentukan saham-saham yang baik untuk dibeli bukanlah pekerjaan yang mudah, namun memerlukan pengetahuan dan keahlian tersendiri, dimana tidak semua pemodal memiliki pengetahuan teersebut.
  3. Ketiga, Efiensi waktu. Dengan melakukan investasi pada reksadana di mana dana tersebut dikelola oleh manajer investasi profesional, maka pemodal tidak perlu repot-repot untuk memantau kinerja investasinya karena hal teersebut telah dialihkan kepada manajer investasi tersebut.

 

Komponen Utama dari Reksa Dana, antara lain:

 

  1. Nilai Aktiva Bersih. Menunjukan berapa besarnya jumlah dana kelolaan dari suatu reksa dana.
  2. Unit Penyertaan. Menunjukan jumlah unit penyertaan yang dimiliki oleh investor reksa dana.
  3. Nilai Aktiva Bersih Per Unit Penyertaan. Menunjukan harga suatu reksa dana yang menjadi acuan harga pembelian dan harga penjualan.

 

Mengenal berbagai jenis Reksa Dana.

secara umum, reksa dana dapat dibagi menjadi 4 berdasarkan portofolio investasinya:
  1. Reksa Dana jenis ini melakukan investasi 100% dari Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds). Nilai aktiva bersih pada efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun. Tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investor yang bertipe sangat konservatif dan jangka waktu investasinya kurang dari 1 tahun
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds). Reksa Dana jenis ini melakukan investasi sekurang-kurangnya 79% dari Nilai Aktiva Bersihnya dalam bentuk efek bersifat Utang. Reksa Dana ini memiliki resiko yang relatif lebih besar dari Reksa Dana Pasar Uang. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Reksa Dana ini cocok untuk investor bertipe konsep konservatif dan jangka waktu investasinya antara 1-3 tahun.
  3. Reksa Dana Campuran (Blanced Fund). Reksadana jennis ini melakukan investasi dalam efek bersifat Ekuitas, Utang, dan pasar uang dengan ketentuan maksimum 80% pada masing-masing efek. Jenis inni cocok untuk investor dengan profil resiko moderat dan jangka waktu investasinya anatara 3-5 tahun.
  4. Reksa Dana Saham (Equity Funds). Reksa dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat Ekuitas. Karena Investasinya dilakukan dengan saham, karakteristiknya adalah High Risk High Return. Reksa Dana ini cocok untuk investor dengan profil yang agresif dan jangka waktu investasinya diatas 5 tahun.

Keuntungan dan Resiko Investasi Reksa Dana

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan berinvestasi pada reksa dana, yaitu:
  1. Dividen. Merupakan pembagian keuntungan yang diberikan Manajer Investasi kepada pemegang unit penyertaan reksa dana. Biasanya pembagian Dividen ini berasal dari dividen, kupon atau bunga bank yang diperoleh reksa dana dalam pengelolaan investasi dan akan menyebabkan penurunan pada Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan. Oleh karena itu, praktek membagikan dividen kepada pemegang unit penyertaan reksa dana konvensional sudah sangat jarang. Manajer Investasi lebih melakukan reinvestasi kembali dari pendapatan tersebut untuk memaksimalkan kinerja reksa dana.
  2. Capital Gain. Merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Apabila hasil pengelolaan Manajer Investasi baik, maka kinerja reksa dana akan membaik yang ditujukan dengan meningkatnya Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan Reksa Dana. Dan sebaliknya jika pengelolaan investasi kurang baik.
Keuntungan dalam investasi reksa dana disebut dengan Return, :
  • Dividend Return, Keuntungan yang diperoleh dari penerimaan Dividen.
  • Capital Gain Return, Keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga
  • Total Return, Keuntungan yang diperoleh dari dividen dan kenaikan harga.
Seperti halnya investasi lainnya, disamping mendatangkan bebagai peluang keuntungan, Reksa dana pun mengandung berbagai peluang resiko, antara lain:
  1. Resiko Perbahan Kondisi Ekonomi dan Politik. Semua perubahan seperti perubahan Undang-Undang, Kebijakan dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan usaha dapat mempengaruhi harga suatu efek.
  2. Resiko Wanprestasi/Kredit. Resiko ini timbul jika penerbit efek utang dan instrumen pasar uang tidak mampu memenuhi kewajibannya.
  3. Resiko Likuiditas. Resiko ini timbul jika Manajer Investasi tidak dapat dengan segera menyediakan fasilitas untuk melunasi penjualan unit penyertaan oleh investor dalam H+7 hari kerja.
  4. Resiko Capital Gain, Resiko ini merupakan kerugian yang diperoleh dari selisih harga dimana harga beli lebih tinggi daripada harga jual.
  5. Resiko berkurangnya Nilai Unit Penyertaan. Resiko ini mempengaruhi oleh turunnya harga dari Efek (Saham, Obligasi dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portoFolio Reksa Dana tersebut.
  6. Resiko pembubaran dan likuiditas. Resiko ini timbul jika reksa dana tidak dapat mencapai target dana kelolaan minimal yang ditetapkan dalam kurun waktu tertentu sehingga dilakukan pembubaran dan likuiditas. Jika hal ini dilakukan, pemegang unit penyeertaan akan mendapat hasil likuiditas sesuai dengan kepemilikannya.
Artikel terkait :  Peluang Usaha Penggemukan Sapi Yang Tidak Ada Matinya

Comments

Popular posts from this blog

OBLIGASI

Perbedaan antara Trading dan Investasi versi saya

Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA)